
Penerapan tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) dinilai semakin menjadi faktor utama dalam menjaga keberlanjutan bisnis dan memperkuat daya saing perusahaan. Komitmen tersebut menjadi sorotan dalam penyelenggaraan The 5th Indonesia Excellence Good Corporate Governance (GCG) Awards 2026 yang digelar Warta Ekonomi sebagai bentuk apresiasi terhadap perusahaan dengan praktik tata kelola terbaik.
Warta Ekonomi menyelenggarakan The 5th Indonesia Excellence Good Corporate Governance (GCG) Awards 2026 di Hotel Aryaduta Menteng, Jakarta. Mengangkat tema Building Trust through Future-Ready Governance, ajang tersebut memberikan penghargaan kepada perusahaan yang dinilai berhasil menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik sekaligus memperkuat daya saing menuju Indonesia Emas 2045.
CEO sekaligus Pemimpin Redaksi Warta Ekonomi, Muhamad Ihsan, mengatakan bahwa di tengah perubahan lanskap bisnis yang semakin kompleks, GCG telah berkembang dari sekadar kewajiban kepatuhan menjadi fondasi strategis bagi keberlangsungan usaha. Ia menjelaskan, proses penilaian tahun ini dilakukan dengan standar yang lebih komprehensif. Dari 260 perusahaan yang dievaluasi, sebanyak 202 perusahaan atau sekitar 78% dinyatakan memenuhi kriteria penilaian.
“GCG bukan lagi sekadar trofi, melainkan license to operate sekaligus sumber keunggulan strategis. Kegagalan 22 persen perusahaan memenuhi standar tahun ini menunjukkan bahwa tata kelola kini menuntut akuntabilitas yang jauh lebih substantif,” ujar Ihsan.
Menurutnya, temuan tersebut sejalan dengan hasil PwC Global CEO Survey 2025 yang menunjukkan 73 persen pemimpin bisnis di kawasan Asia Pasifik memandang risiko regulasi dan tata kelola sebagai tantangan utama dalam mendorong pertumbuhan usaha.
Ia juga menyoroti indikator Control of Corruption dalam World Governance Indicators Bank Dunia yang menempatkan Indonesia pada skor 36,83. Karena itu, implementasi Roadmap Tata Kelola Perusahaan Terbuka OJK 2024-2028 dinilai penting untuk memperkuat tata kelola perusahaan sekaligus meningkatkan daya tarik investasi.
Dalam sambutan utamanya, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (MenPAN-RB) Rini Widyantini menekankan pentingnya sinergi antara Good Corporate Governance (GCG) dan Good Government Governance (GGG) guna mewujudkan pelayanan publik yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Menurut Rini, transformasi digital harus dibarengi dengan tata kelola yang kuat agar tidak berhenti pada tahap uji coba teknologi semata.
“Meskipun data EY Indonesia 2025 menunjukkan 57% perusahaan memprioritaskan Generative AI, banyak yang masih terjebak pada tahap eksperimen tanpa akuntabilitas komersial maupun tata kelola yang jelas,” katanya.
Ia menjelaskan, pemerintah kini mengarahkan transformasi digital melalui pembangunan Digital Public Infrastructure (DPI) yang terintegrasi, meliputi identitas digital, pertukaran data, serta sistem pembayaran digital.
“Transformasi digital tidak diukur dari seberapa canggih teknologi yang dibangun, tetapi dari seberapa besar beban masyarakat yang berhasil dikurangi,” ujarnya.
Sebagai contoh, Rini menyebut penerapan DPI di India berhasil menekan kebocoran anggaran bantuan sosial hingga 35% sekaligus meningkatkan efisiensi dan transparansi pelayanan publik.
Mayoritas perusahaan dinilai telah memperkuat tata kelola
Penilaian Indonesia Excellence GCG Awards 2026 dilakukan melalui desk research dan pemantauan media berbasis data publik terhadap perusahaan dari lebih dari sepuluh sektor industri.
Hasil kajian menunjukkan mayoritas perusahaan telah memperkuat implementasi tata kelola. Sebanyak 99,50% perusahaan telah mempublikasikan praktik GCG melalui kanal resmi, sementara 98,02% mengungkapkan implementasi tata kelola dalam laporan tahunan.
Selain itu, 85,64% perusahaan telah menjadikan mitigasi risiko digital sebagai bagian dari agenda strategis direksi, sedangkan 97,52% menunjukkan komitmen terhadap penerapan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam strategi bisnis jangka panjang. Temuan tersebut sejalan dengan hasil Edelman Trust Barometer 2025 yang mencatat tingkat kepercayaan masyarakat Indonesia terhadap perusahaan mencapai 92%.
Melalui penyelenggaraan Indonesia Excellence GCG Awards 2026, Warta Ekonomi menegaskan bahwa keberhasilan transformasi bisnis tidak hanya ditentukan oleh pencapaian finansial, tetapi juga oleh kemampuan perusahaan membangun kepercayaan melalui tata kelola yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan.
