
Jakarta – Beras menjadi bahan pangan yang hampir selalu tersedia di dapur masyarakat Indonesia. Sebelum diolah menjadi nasi, beras sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu untuk mengurangi debu, kotoran, serta sisa-sisa bahan yang menempel pada permukaannya.
Belakangan, isu peredaran beras oplosan juga membuat masyarakat semakin memperhatikan kualitas beras yang dikonsumsi. Beras yang beredar di pasaran dapat memiliki kualitas berbeda atau dalam kasus tertentu diduga dicampur dengan bahan lain.
Karena itu, mencuci beras menjadi salah satu langkah yang bisa dilakukan sebelum memasaknya. Selain membuat beras lebih bersih, proses pembilasan juga dapat memengaruhi tekstur nasi yang dihasilkan.
Mengutip Livestrong, ahli gizi dan chef profesional menjelaskan sejumlah alasan mengapa beras perlu dicuci sebelum dimasak.
1. Membantu mengurangi kontaminan
Beras dapat terpapar berbagai kontaminan selama proses penanaman, pemanenan, pengolahan, hingga penyimpanannya. Salah satu perhatian dalam konsumsi beras adalah paparan logam berat seperti arsenik, timbal, dan kadmium.
Penelitian yang dimuat dalam International Journal of Environmental Research and Public Health pada November 2020 juga membahas keberadaan logam berat tersebut pada beras.
Ahli gizi Kimberly Gomer menjelaskan bahwa kontaminan tertentu dapat masuk ke tanaman padi melalui lingkungan tempat padi tumbuh. Membilas beras sebelum dimasak dapat membantu mengurangi sebagian kontaminan yang berada di permukaannya.
2. Menghilangkan debu dan kotoran
Beras yang baru dibeli tidak selalu terbebas dari debu dan kotoran. Selama proses penyimpanan, beras juga dapat terpapar berbagai benda asing.
Kimberly Gomer menyebut mencuci beras membantu membersihkan debu, kotoran, sisa bahan kimia, maupun material lain yang mungkin menempel.
Beras juga dapat menjadi sasaran kutu beras selama penyimpanan. University of Maryland Extension menyebut biji-bijian seperti beras rentan terkena serangga yang dapat memengaruhi kualitas bahan pangan.
3. Membuat tekstur nasi lebih pulen
Mencuci beras bukan hanya berkaitan dengan kebersihan. Proses pembilasan juga dapat membantu menghilangkan sebagian pati berlebih pada permukaan bulir beras.
Chef Kai Chase menjelaskan bahwa beras yang dicuci dapat menghasilkan nasi dengan tekstur yang lebih baik. Sebaliknya, beras yang tidak dibilas berpotensi membuat nasi lebih lengket dan menggumpal.
Namun, beras tidak perlu digosok terlalu keras. Pembilasan secara perlahan sudah cukup agar bulir tidak banyak patah.
Cara Mencuci Beras yang Benar
Ada beberapa metode sederhana yang dapat digunakan untuk membersihkan beras sebelum dimasak. Dikutip dari Simply Recipes, berikut dua cara yang bisa dicoba di rumah:
1. Membilas menggunakan saringan
Masukkan beras ke dalam saringan dengan lubang kecil, kemudian letakkan saringan di atas wadah.
Alirkan air bersih ke beras sambil mengaduknya perlahan menggunakan tangan. Air pertama yang keluar biasanya tampak putih keruh karena pati pada permukaan beras.
Buang air yang terkumpul di wadah, kemudian ulangi pembilasan. Lakukan hingga air yang mengalir dari beras terlihat lebih jernih.
2. Mencuci langsung di dalam wadah
Cara ini paling umum dilakukan ketika hendak memasak nasi menggunakan rice cooker. Masukkan beras ke dalam wadah, kemudian tambahkan air bersih.
Aduk dan putar beras secara perlahan menggunakan tangan. Setelah air berubah menjadi putih keruh, buang air tersebut dan ganti dengan air baru.
Ulangi beberapa kali sampai air bilasan terlihat jauh lebih jernih. Biasanya proses ini membutuhkan sekitar empat hingga lima kali pembilasan, tergantung kondisi beras.
Hindari menggosok bulir beras terlalu kuat karena dapat membuatnya patah. Cukup aduk perlahan menggunakan tangan hingga kotoran dan pati berlebih terbilas.
Dengan mencuci beras secara tepat, bahan pangan tersebut menjadi lebih bersih sebelum dimasak sekaligus membantu menghasilkan nasi dengan tekstur yang lebih pulen.
