
Jakarta – Kuliner Jepang tidak hanya dikenal karena cita rasanya, tetapi juga sering dikaitkan dengan pola makan yang lebih sehat. Cara memilih bahan, mengolah makanan, hingga kebiasaan saat menyantap hidangan menjadi beberapa faktor yang membuatnya menarik dari sisi nutrisi.
Bukan berarti seluruh makanan Jepang otomatis sehat. Namun, sejumlah kebiasaan dalam pola makan tradisional Jepang memang dapat membantu seseorang mendapatkan makanan yang lebih beragam dan seimbang.
Dikutip dari Times of India, berikut beberapa alasan ahli gizi menilai pola makan Jepang memiliki sejumlah keunggulan.
1. Ikan Menjadi Sumber Protein Utama
Jepang memiliki budaya mengonsumsi berbagai jenis ikan dan makanan laut. Salmon, tuna, serta makarel merupakan beberapa jenis ikan yang cukup populer.
Ikan tersebut mengandung protein dan asam lemak omega-3 yang berperan dalam mendukung kesehatan jantung dan otak. Cara memasaknya juga sering kali sederhana, seperti dipanggang atau disajikan segar, sehingga tidak selalu membutuhkan banyak tambahan minyak.
2. Pilihan Makanannya Beragam
Dalam satu hidangan, masyarakat Jepang dapat mengonsumsi berbagai bahan sekaligus. Ikan, sayuran, sup, nasi, dan makanan pendamping dapat disajikan dalam porsi yang relatif beragam.
Konsep tersebut membantu menyediakan berbagai jenis nutrisi dalam satu waktu makan. Dibandingkan hanya memperbesar porsi satu jenis makanan, variasi bahan dapat membantu tubuh memperoleh vitamin, mineral, protein, dan nutrisi lainnya.
3. Banyak Menggunakan Makanan Fermentasi
Produk fermentasi juga cukup dekat dengan kuliner Jepang. Miso, kecap kedelai, natto, dan berbagai jenis acar merupakan contoh makanan yang melalui proses fermentasi.
Bahan-bahan tersebut digunakan sebagai pelengkap maupun bagian dari hidangan utama. Makanan fermentasi juga dikenal sebagai salah satu sumber mikroorganisme dan senyawa hasil fermentasi yang dapat mendukung pola makan yang beragam.
4. Sayuran dan Rumput Laut Tak Sekadar Pelengkap
Sayuran dalam hidangan Jepang tidak hanya ditempatkan sebagai tambahan. Berbagai jenis sayuran dapat menjadi bagian penting dalam sup, salad, tumisan, maupun makanan yang difermentasi atau diasinkan.
Rumput laut juga cukup sering digunakan dalam berbagai hidangan Jepang. Bahan ini mengandung sejumlah mineral dan nutrisi lainnya sehingga dapat menambah variasi kandungan gizi dalam makanan.
Cara pengolahan yang beragam, seperti dikukus, dimakan mentah, atau dimasak sebentar, juga membuat sayuran hadir dalam berbagai bentuk.
5. Kebiasaan Makan Lebih Perlahan
Hal menarik lainnya terdapat pada cara makanan disantap. Penggunaan sumpit dapat membuat seseorang mengambil makanan dalam jumlah lebih kecil dan memperlambat kecepatan makan.
Makan secara perlahan memberikan waktu bagi tubuh dan otak untuk mengenali rasa kenyang. Kebiasaan tersebut berpotensi membantu seseorang mengontrol porsi sehingga tidak mudah mengonsumsi makanan secara berlebihan.
Meski demikian, pola makan Jepang tetap perlu dilihat secara keseluruhan. Beberapa makanan Jepang juga bisa mengandung cukup banyak garam atau gula, tergantung bahan dan cara pengolahannya.
Jadi, manfaat kesehatan tidak semata-mata berasal dari jenis makanannya, tetapi juga dari variasi bahan, ukuran porsi, cara memasak, serta kebiasaan saat makan. Meniru prinsip-prinsip tersebut dan mengimbanginya dengan pola hidup aktif dapat menjadi pilihan untuk membangun pola makan yang lebih sehat.
