
Jakarta – Tingkat kematangan pisang tidak hanya memengaruhi rasa dan teksturnya, tetapi juga kandungan nutrisi yang dimiliki. Warna kulit pisang dapat menjadi petunjuk untuk mengetahui manfaat yang paling sesuai dengan kebutuhan tubuh.
Pisang merupakan buah yang kaya kalium, fosfor, magnesium, vitamin C, vitamin B6, serta berbagai senyawa penting lainnya. Berkat kandungan tersebut, buah ini dikenal baik untuk mendukung kesehatan jantung, metabolisme, sistem imun, hingga tulang.
Sebelum mengonsumsinya, ada baiknya memahami perbedaan karakteristik pisang berdasarkan tingkat kematangannya. Mengutip Real Simple (1/6), berikut penjelasannya.
1. Pisang hijau
Kulit berwarna hijau menandakan pisang belum matang sepenuhnya. Pada fase ini, kandungan pati masih tinggi sementara kadar gula relatif rendah sehingga teksturnya lebih padat dan keras.
Ilmuwan pangan Abbey Thiel, PhD, menjelaskan bahwa pati menjadi komponen utama pada pisang muda. Sementara itu, ahli gizi Melissa Jaeger menyebut pisang hijau mengandung lebih banyak pati resisten, yaitu jenis serat yang bermanfaat bagi kesehatan mikrobioma usus sekaligus membantu menjaga kestabilan gula darah.
Penelitian yang dikutip Real Simple pada 2021 juga menunjukkan bahwa kandungan serat pisang cenderung lebih tinggi saat masih hijau, sedangkan kadar gulanya meningkat seiring proses pematangan.
2. Pisang kuning
Ketika matang, kulit pisang berubah menjadi kuning karena klorofil mulai terurai. Pada saat yang sama, enzim di dalam buah mengubah pati menjadi gula sederhana sehingga rasa pisang menjadi lebih manis dan teksturnya semakin lembut.
Menurut Abbey Thiel, perubahan tersebut membuat pisang lebih mudah dicerna. Ahli gizi Wan Na Chun menambahkan bahwa pisang kuning tetap menjadi sumber serat, kalium, vitamin B6, dan vitamin C yang baik, sehingga cocok dijadikan sumber energi sehari-hari.
3. Pisang cokelat
Pisang yang sudah berbintik atau berwarna cokelat menandakan tingkat kematangan yang sangat tinggi. Pada fase ini, sebagian besar pati telah berubah menjadi gula sehingga rasanya jauh lebih manis dan daging buah menjadi sangat lunak.
Kondisi tersebut membuat pisang cocok dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan kue atau makanan penutup. Namun, karena kandungan gulanya lebih tinggi dan pati resistennya berkurang, konsumsi pisang yang terlalu matang dapat memicu kenaikan gula darah lebih cepat dibandingkan pisang yang masih hijau atau kuning.
Mana yang paling baik dikonsumsi?
Pilihan tingkat kematangan pisang sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Bagi yang ingin menjaga respons gula darah tetap stabil atau meningkatkan kesehatan saluran cerna, pisang yang masih sedikit hijau menjadi pilihan lebih baik karena kaya pati resisten.
Sementara itu, jika membutuhkan sumber energi yang cepat diserap tubuh, pisang matang berwarna kuning lebih direkomendasikan karena kandungan gulanya lebih tinggi dan lebih mudah dicerna.
Menurut Wan Na Chun, pisang kuning hingga yang mulai berbintik tetap memiliki nilai gizi yang baik karena mengandung serat, kalium, vitamin B6, serta vitamin C dalam jumlah yang bermanfaat bagi tubuh.
