
Jakarta – Jangan buru-buru membuang telur hanya karena menemukan warna atau bentuk yang berbeda di bagian dalamnya. Bintik merah, putih telur yang keruh, hingga cincin kehijauan pada telur rebus ternyata bisa memiliki penyebab yang berbeda.
Saat telur dipecahkan, bagian putih dan kuningnya tidak selalu terlihat sama. Ada telur dengan putih yang bening, ada pula yang tampak keruh. Tak jarang juga ditemukan benang putih atau bintik kecil di sekitar kuning telur.
Perubahan tersebut belum tentu menunjukkan telur telah rusak. Bahkan, beberapa kondisi justru dapat menjadi petunjuk bahwa telur masih tergolong segar. Namun, ada pula perubahan warna tertentu yang perlu diwaspadai karena dapat berkaitan dengan pertumbuhan bakteri.
Dikutip dari Egg Safety, berikut sejumlah kondisi yang bisa ditemukan pada bagian dalam telur dan arti di baliknya.
1. Putih telur keruh menandakan kesegaran
Jika putih telur terlihat tidak bening alias agak keruh, tak perlu langsung menganggapnya sudah rusak. Kondisi tersebut justru dapat menunjukkan telur masih sangat segar.
Putih telur yang keruh berkaitan dengan keberadaan karbon dioksida alami di dalam telur. Seiring berjalannya waktu dan telur semakin lama disimpan, kadar karbon dioksida akan berkurang sehingga bagian putih telur perlahan menjadi lebih transparan.
2. Benang putih di sekitar kuning telur
Pernah melihat bagian putih seperti tali yang menempel pada kuning telur? Bagian tersebut dikenal sebagai chalazae.
Fungsinya adalah membantu menjaga posisi kuning telur agar tetap berada di bagian tengah. Keberadaan chalazae merupakan hal alami dan tidak menunjukkan telur dalam kondisi buruk.
Bahkan, bagian ini biasanya lebih mudah terlihat pada telur yang masih segar. Chalazae juga aman dikonsumsi sehingga tidak perlu disingkirkan sebelum telur dimasak.
3. Bintik merah bukan berarti telur busuk
Bintik merah yang terlihat di dekat kuning telur terkadang membuat orang mengira telur sudah tidak layak makan. Padahal, bintik tersebut dapat muncul akibat pecahnya pembuluh darah kecil ketika proses ovulasi berlangsung.
Selain itu, bintik merah juga bisa berasal dari sedikit jaringan yang ikut terbawa ketika telur terbentuk.
Telur dengan kondisi tersebut tetap dapat dikonsumsi selama dimasak hingga matang. Jadi, keberadaan bintik merah tidak secara otomatis menjadi tanda bahwa telur telah membusuk.
4. Warna kuning telur dipengaruhi makanan ayam
Warna kuning telur juga bisa berbeda-beda. Ada yang terlihat kuning pucat, sementara lainnya memiliki warna kuning yang lebih pekat.
Perbedaan tersebut terutama dipengaruhi oleh jenis pakan yang dikonsumsi ayam. Ayam yang mendapatkan jagung dan tanaman hijau cenderung menghasilkan telur dengan warna kuning telur lebih intens.
Sebaliknya, pakan seperti gandum dan barley dapat menghasilkan kuning telur dengan warna yang lebih muda.
5. Cincin hijau pada telur rebus
Setelah merebus telur, terkadang muncul garis atau cincin berwarna hijau di sekitar kuning telur. Kondisi ini memang membuat tampilan telur sedikit berbeda, tetapi bukan berarti telur sudah rusak.
Cincin tersebut dapat terbentuk akibat telur dimasak terlalu lama. Reaksi antara sulfur dan zat besi selama proses perebusan menyebabkan munculnya warna kehijauan di sekitar kuning telur.
Selama telur masih dalam kondisi baik, bagian tersebut tetap aman untuk dimakan.
6. Putih telur berubah hijau dan tampak berkilau
Berbeda dengan beberapa perubahan sebelumnya, putih telur yang berubah menjadi hijau atau terlihat memiliki kilau yang tidak biasa sebaiknya tidak dikonsumsi.
Perubahan tersebut dapat berkaitan dengan pertumbuhan bakteri. Salah satu bakteri yang dapat menyebabkan kondisi tersebut adalah Pseudomonas.
Jika menemukan warna hijau atau tampilan berkilau yang tidak normal pada putih telur, sebaiknya jangan mengambil risiko. Telur tersebut lebih baik langsung dibuang.
Tidak semua perubahan warna berarti telur rusak
Warna dan bentuk bagian dalam telur memang bisa memberikan informasi, tetapi tidak semua perbedaan merupakan tanda kerusakan.
Putih telur yang keruh dan keberadaan chalazae, misalnya, justru umum ditemukan pada telur segar. Bintik merah juga bukan indikator telur busuk, sedangkan cincin hijau pada telur rebus dapat muncul akibat proses memasak yang terlalu lama.
Sebaliknya, putih telur yang berubah hijau atau tampak berkilau perlu mendapat perhatian lebih karena dapat berkaitan dengan pertumbuhan bakteri. Karena itu, perhatikan kondisi telur sebelum mengolah dan mengonsumsinya.
