
Jakarta – Kopi menjadi salah satu minuman yang banyak dikonsumsi untuk membantu meningkatkan energi dan menjaga tubuh tetap bersemangat. Namun, minuman ini juga dapat memberikan respons berbeda terhadap kadar gula darah pada setiap orang.
Pengaruh tersebut tidak hanya ditentukan oleh kopi itu sendiri, tetapi juga jumlah yang diminum, kandungan kafein, waktu konsumsi, serta bahan tambahan seperti gula dan krimer.
Bagi orang yang jarang minum kopi, efek kafein terhadap gula darah dapat terasa lebih jelas. Sementara itu, peminum kopi rutin dapat memberikan respons yang berbeda.
Dikutip dari Health, berikut beberapa hal yang perlu diketahui mengenai hubungan kopi dengan kadar gula darah.
1. Kafein Bisa Memicu Kenaikan Gula Darah Sementara
Kafein dapat merangsang pelepasan hormon seperti kortisol dan adrenalin. Kedua hormon tersebut dapat memberi sinyal kepada hati untuk melepaskan lebih banyak glukosa ke dalam aliran darah.
Akibatnya, kadar gula darah dapat meningkat untuk sementara waktu. Kafein juga dapat memengaruhi sensitivitas insulin sehingga tubuh pada kondisi tertentu menjadi kurang efektif dalam menggunakan glukosa.
Efek tersebut dapat lebih terasa pada orang yang tidak terbiasa mengonsumsi kopi dibandingkan mereka yang rutin meminumnya.
2. Minum Kopi Secara Rutin Justru Dikaitkan dengan Risiko Diabetes yang Lebih Rendah
Di balik efek jangka pendeknya terhadap gula darah, konsumsi kopi dalam jangka panjang justru dikaitkan dengan sejumlah manfaat metabolik.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi kopi dalam jumlah moderat berhubungan dengan penurunan risiko diabetes tipe 2. Efek tersebut tidak hanya ditemukan pada kopi berkafein, tetapi juga pada kopi tanpa kafein.
Salah satu kemungkinan penjelasannya adalah kandungan polifenol seperti asam klorogenat. Senyawa tersebut memiliki sifat antioksidan dan dapat membantu mengurangi stres oksidatif.
Meski begitu, hasil penelitian populasi tidak berarti setiap orang akan mendapatkan respons yang sama setelah minum kopi.
3. Perubahan Gula Darah Tidak Selalu Berarti Berbahaya
Sedikit perubahan kadar gula darah setelah minum kopi umumnya bukan sesuatu yang perlu membuat orang sehat panik.
Namun, orang yang memiliki pradiabetes atau diabetes perlu lebih memperhatikan respons tubuh. Kafein pada sebagian orang dapat membuat pengelolaan gula darah menjadi lebih sulit.
Mencatat kadar gula darah sebelum dan setelah minum kopi dapat membantu mengetahui bagaimana tubuh bereaksi. Bagi orang yang menggunakan alat pemantau glukosa, pola tersebut dapat diamati dengan lebih mudah.
4. Waktu dan Kebiasaan Ngopi Ikut Berpengaruh
Dampak kopi terhadap gula darah tidak hanya bergantung pada jumlahnya. Kondisi tubuh ketika kopi dikonsumsi juga dapat berpengaruh.
Misalnya, kurang tidur dapat memengaruhi kemampuan tubuh dalam mengatur glukosa. Jika kemudian seseorang mengonsumsi kafein, respons gula darahnya mungkin berbeda dibandingkan ketika tubuh mendapatkan tidur yang cukup.
Kopi yang diminum bersamaan atau menjelang konsumsi makanan tinggi gula juga perlu diperhatikan. Karena itu, kebiasaan ngopi sebaiknya dilihat sebagai bagian dari pola hidup secara keseluruhan.
5. Pilih Kopi dengan Sedikit Tambahan
Jenis kopi dan bahan yang ditambahkan ke dalamnya juga menentukan seberapa sehat minuman tersebut.
Kopi hitam tanpa gula atau dengan sedikit tambahan umumnya memiliki kalori yang jauh lebih rendah dibandingkan minuman kopi yang dipenuhi sirup, gula, krimer manis, atau topping.
Untuk kebanyakan orang dewasa sehat, konsumsi kafein hingga sekitar 400 miligram per hari umumnya masih dianggap dalam batas yang dapat diterima. Namun, jumlah aman bisa berbeda tergantung sensitivitas dan kondisi kesehatan masing-masing.
Jika ingin menjaga kadar gula darah, salah satu pilihan yang lebih sederhana adalah kopi tanpa tambahan gula berlebihan. Susu tanpa pemanis juga dapat digunakan jika ingin mengurangi rasa pahit.
Tips Menikmati Kopi agar Lebih Ramah Gula Darah
Agar kebiasaan minum kopi tidak justru mengganggu pola makan, beberapa hal berikut bisa diperhatikan:
- Batasi tambahan gula, sirup, dan krimer manis.
- Pilih kopi hitam atau kopi dengan sedikit bahan tambahan.
- Perhatikan respons tubuh setelah minum kopi.
- Hindari konsumsi kafein berlebihan.
- Pastikan kebutuhan tidur tetap tercukupi.
- Jika memiliki diabetes atau pradiabetes, pantau kadar gula darah sesuai anjuran tenaga kesehatan.
Pada akhirnya, kopi tidak otomatis menjadi minuman yang buruk bagi kadar gula darah. Dampaknya dapat berbeda pada setiap individu dan dipengaruhi oleh kebiasaan konsumsi.
Yang paling penting adalah memperhatikan jumlah kopi, memilih bahan tambahan dengan bijak, serta menjaga pola makan dan gaya hidup secara keseluruhan.
