
Jakarta – Kopi pagi selama ini dikenal sebagai minuman yang membantu meningkatkan energi dan mengusir rasa kantuk. Namun, sebuah penelitian terbaru dari Harvard menemukan bahwa kebiasaan minum kopi berkafein juga memiliki kaitan dengan proses penuaan yang lebih sehat pada perempuan.
Studi jangka panjang tersebut menunjukkan bahwa konsumsi kopi berkafein berhubungan dengan kondisi fisik, kesehatan mental, serta fungsi kognitif yang lebih baik saat memasuki usia lanjut.
Penelitian ini melibatkan hampir 50.000 perempuan yang dipantau selama sekitar tiga dekade. Para peneliti tidak hanya melihat satu aspek kesehatan, tetapi menilai berbagai indikator untuk mengetahui faktor yang berhubungan dengan kualitas hidup saat menua.
Dikutip dari News Medical, berikut beberapa temuan utama dari penelitian tersebut.
1. Kopi Pagi Berpotensi Mendukung Penuaan Sehat
Para peneliti menemukan adanya hubungan antara kebiasaan mengonsumsi kopi berkafein pada usia paruh baya dengan peluang mengalami penuaan sehat di kemudian hari.
Menurut Dr. Sara Mahdavi dari Harvard T.H. Chan School of Public Health, penelitian ini menjadi salah satu studi yang melihat pengaruh kopi terhadap berbagai aspek penuaan, termasuk kesehatan fisik dan mental.
Hasil tersebut menunjukkan bahwa kebiasaan sederhana seperti minum kopi dapat memiliki kaitan dengan kualitas hidup seseorang dalam jangka panjang.
2. Efek Terlihat pada Kopi Berkafein, Bukan Semua Minuman Berkafein
Meski sama-sama mengandung kafein, tidak semua jenis minuman memberikan hubungan yang sama. Dalam penelitian ini, manfaat terkait penuaan sehat lebih terlihat pada konsumsi kopi berkafein.
Sementara itu, konsumsi teh dan kopi tanpa kafein tidak menunjukkan hubungan serupa. Bahkan, minuman soda berkafein justru dikaitkan dengan peluang penuaan sehat yang lebih rendah.
Dr. Mahdavi menjelaskan bahwa sumber kafein kemungkinan memiliki peran penting karena kopi mengandung berbagai senyawa lain yang dapat memengaruhi kesehatan tubuh.
3. Jumlah Kafein yang Dikonsumsi Turut Diperhatikan
Dalam penelitian tersebut, perempuan yang memiliki indikator penuaan sehat rata-rata mengonsumsi sekitar 315 miligram kafein setiap hari. Jumlah tersebut kurang lebih setara dengan tiga cangkir kecil kopi.
Analisis menunjukkan bahwa setiap tambahan satu cangkir kopi per hari berkaitan dengan peningkatan peluang penuaan sehat sekitar 2 hingga 5 persen. Hubungan tersebut masih terlihat hingga konsumsi sekitar lima cangkir kecil kopi per hari.
Meski demikian, peneliti menyebut efeknya tidak bersifat besar, melainkan terlihat secara konsisten dalam jangka panjang.
4. Kopi Tetap Harus Diimbangi Gaya Hidup Sehat
Para ahli menegaskan bahwa kopi bukan satu-satunya faktor yang menentukan kesehatan saat menua. Kebiasaan minum kopi tetap perlu disertai pola hidup sehat, seperti rutin berolahraga, mengonsumsi makanan bergizi, dan menghindari kebiasaan merokok.
Secara umum, konsumsi kopi hingga sekitar dua cangkir per hari masih dianggap aman bagi banyak orang. Namun, respons tubuh terhadap kafein dapat berbeda karena dipengaruhi oleh faktor genetik dan kondisi masing-masing individu.
Peneliti juga masih melakukan kajian lanjutan untuk memahami lebih jauh peran senyawa bioaktif dalam kopi yang mungkin berkontribusi terhadap manfaat kesehatan tersebut.
