
Jakarta – Di China, pir rebus telah lama menjadi salah satu konsumsi rumahan yang dipercaya membantu meredakan tenggorokan kering, batuk, hingga rasa tidak nyaman saat tubuh mulai kurang fit. Alih-alih langsung mengandalkan obat, banyak orang memilih menikmati semangkuk pir rebus hangat.
Ketika cuaca berubah menjadi lebih dingin, keluhan seperti hidung tersumbat, tenggorokan terasa kering, dan badan kurang nyaman sering muncul. Dalam kondisi seperti ini, masyarakat China memiliki kebiasaan mengonsumsi pir yang direbus sebagai cara tradisional untuk membantu tubuh terasa lebih hangat.
Buah pir biasanya direbus hingga lunak lalu disajikan bersama air rebusannya. Airnya diminum terlebih dahulu, kemudian daging buahnya disantap selagi masih hangat. Rasanya yang ringan dan sedikit manis membuat olahan ini mudah dinikmati ketika nafsu makan sedang menurun.
Mengutip Times of India, pengobatan tradisional China memandang fase awal ketika tubuh mulai terasa tidak enak sebagai waktu yang penting. Pada tahap tersebut, keluhan dipercaya masih ringan sehingga dapat dibantu dengan makanan atau minuman hangat, salah satunya pir rebus.
Pir rebus dikenal memiliki efek melembapkan tenggorokan serta saluran pernapasan. Air rebusannya yang hangat juga memberikan rasa nyaman, terutama ketika udara sedang dingin atau kelembapan menurun. Karena alasan itulah pir menjadi salah satu buah yang sering dipilih.
Di luar kepercayaan tradisional, pir juga menyimpan berbagai senyawa alami yang bermanfaat. Beberapa penelitian menemukan buah ini mengandung flavonoid, triterpenoid, dan asam fenolik, terutama pada bagian kulitnya. Senyawa-senyawa tersebut diketahui memiliki aktivitas antioksidan dan antiinflamasi yang berpotensi mendukung kesehatan tubuh.
Meski demikian, pir rebus tetap sebaiknya dikonsumsi dalam jumlah yang tidak berlebihan. Asupan yang terlalu banyak berisiko memicu gangguan pencernaan, seperti diare, pada sebagian orang.
Cara membuatnya pun cukup praktis. Cuci bersih buah pir, potong sesuai selera, lalu rebus bersama air hingga mendidih. Setelah itu, kecilkan api dan masak lagi sekitar dua hingga empat menit sebelum diangkat. Sajikan hangat dengan menikmati air rebusannya terlebih dahulu, kemudian makan buahnya.
Selain direbus, pir juga sering diolah menjadi berbagai hidangan tradisional lain, seperti pir kukus dengan gula batu, sup pir hangat, maupun campuran sup ayam. Aneka olahan tersebut umumnya disajikan ketika cuaca dingin atau saat kondisi tubuh mulai terasa menurun.
