
Jakarta – Banyak orang menghindari keju ketika menjalani program diet karena dianggap tinggi lemak dan kalori. Padahal, beberapa jenis keju masih bisa menjadi bagian dari pola makan sehat selama dikonsumsi dalam jumlah yang sesuai.
Ahli gizi olahraga Tara Collingwood menjelaskan bahwa tidak ada makanan yang mampu membakar lemak perut secara langsung. Namun, keju yang kaya protein dapat membantu meningkatkan rasa kenyang sekaligus menjaga massa otot, dua hal yang penting selama proses penurunan berat badan.
Dikutip dari Eat This, Not That!, berikut tujuh jenis keju yang dinilai cocok dikonsumsi saat menjalani diet.
1. Cottage Cheese
Cottage cheese menjadi salah satu pilihan favorit karena kandungan proteinnya yang tinggi. Protein berperan menjaga massa otot sekaligus membantu menahan rasa lapar lebih lama.
Baik versi rendah lemak maupun full-fat dapat dipilih sesuai kebutuhan kalori dan target diet masing-masing.
2. Greek-Style Feta
Keju feta khas Yunani memiliki cita rasa yang gurih dan cukup tajam. Karena rasanya kuat, penggunaannya biasanya tidak perlu banyak sehingga lebih mudah mengontrol asupan kalori.
Keju ini cocok ditambahkan ke dalam salad, sayuran panggang, atau berbagai hidangan sehat lainnya.
3. Part-Skim Mozzarella
Mozzarella rendah lemak atau part-skim mozzarella mengandung kalori lebih sedikit dibanding versi biasa, tetapi tetap menyediakan protein dan kalsium yang dibutuhkan tubuh.
Selain itu, produk yang dikemas per porsi juga memudahkan seseorang menjaga jumlah konsumsi setiap hari.
4. Parmesan
Parmesan termasuk keju keras yang memiliki rasa sangat khas. Kandungan proteinnya cukup tinggi sehingga dapat melengkapi kebutuhan nutrisi harian.
Cukup satu hingga dua sendok makan parmesan parut sudah mampu memberikan rasa gurih pada makanan tanpa menambah terlalu banyak kalori.
5. Swiss Cheese
Swiss cheese dikenal memiliki kadar natrium yang relatif lebih rendah dibandingkan beberapa jenis keju lainnya. Kandungan garam yang lebih rendah dapat membantu mengurangi risiko retensi cairan atau perut terasa kembung.
Keju ini juga tetap menjadi sumber protein yang baik dan cocok dipadukan dengan roti gandum maupun buah-buahan.
6. Ricotta Part-Skim
Ricotta rendah lemak mengandung protein dan kalsium yang cukup tinggi serta memiliki tekstur lembut.
Keju ini mudah dipadukan dengan berbagai menu, baik hidangan manis bersama buah maupun sajian gurih seperti sayuran, sehingga memberikan variasi selama menjalani pola makan sehat.
7. Goat Cheese
Goat cheese atau keju susu kambing memiliki rasa yang lebih tajam dengan sedikit sentuhan asam. Karakter rasa tersebut membuat seseorang cenderung mengonsumsi dalam jumlah lebih sedikit.
Sebagian orang juga merasa keju ini lebih mudah dicerna dibandingkan keju berbahan susu sapi. Goat cheese cocok dijadikan pelengkap salad, roti, atau menu sehat lainnya.
Meski berbagai jenis keju di atas dapat menjadi pilihan saat diet, jumlah konsumsinya tetap perlu diperhatikan. Kandungan lemak dan kalorinya tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan harian agar program penurunan berat badan berjalan optimal. Dengan porsi yang tepat, keju tetap dapat menjadi bagian dari menu bergizi seimbang.
